Sakit....
Bener2 sakit.
Ga pura2.
hati gw tertambat, entah, ga mau menetap, tetapi ga sanggup untuk pergi
secara fisik gw juga kekurangan, sebuah pegangan, yang selama ini tetap, mulai lepas, dan sekarang, kayaknya bener2 akan pergi
jalan juga ga punya, jalan gw rusak berantakan, ga berarah, gw tau mau ke mana, tetapi gw ga punya jalannya, karena 'fisik' gw, yeah
belum lagi gw beneran sakit membaca beberapa fakta, fakta2 tentang gw yang udah gw tau, tetapi entah mengapa menjadi lebih jelas dan lantang setelah ditorehkan oleh orang lain
dari yang paling ringan, sampai berat, intinya gw sakit.
sakit otak
sakit hati
sakit pikiran
sakit fisik
sakit sakit sakit
mungkin obatnya terlalu mahal
terlalu sayang untuk diberikan pada gw sekarang ini
mungkin Tuhan mau biar gw berusaha, tumbuh di saat2 gw sakit
kayak keramik yang di bakar dengan suhu tinggi (gila! BBF banget! Hahaha)
FIGHTING! FIGHTING! DO YOUR BEST!
Karena putih adalah warna yang dapat menyamarkan hitam, bahkan hati tergelap sekalipun
Jumat, 31 Juli 2009
Rabu, 29 Juli 2009
untitled
sambil nunggu gaby kemaren, gw bikin ini
Betapa enaknya jadi anak kecil!
Gila!
Enak bgt!
Liat!
Dengan HANYA tangisan dan penyiksaan mereka dapat mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Ok! Sebelum itu mari, kita para kakak, merefleksikan diri. Apa kerugian menjadi seorang adik? Tidak mendapatkan kesempatan yang didapatkan seorang kakak.
Ok, lalu? Apakah itu wajar?
Wajar.
Kenapa? Karena mereka masih kecil. Kecil, muda. Belum pantas untuk semua hal yg ada.
Lalu? Sebagai balasannya mereka, seperti yang aku sebutkan tadi, dapat mendapatkan apa yg mereka inginkan dengan tangisan, rengek.
Hah! Itulah anak kecil.
blahblahblah, yang ini gak jelas.
tapi..., tau lah siapa subjeknya Karel
He get the charisma to capture my eyes.
He have the right eyes to keep my sign on him.
Even, he already catch my heart, so that, although my heart already flies away, it always land to him.
Again, and again, and again
Betapa enaknya jadi anak kecil!
Gila!
Enak bgt!
Liat!
Dengan HANYA tangisan dan penyiksaan mereka dapat mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Ok! Sebelum itu mari, kita para kakak, merefleksikan diri. Apa kerugian menjadi seorang adik? Tidak mendapatkan kesempatan yang didapatkan seorang kakak.
Ok, lalu? Apakah itu wajar?
Wajar.
Kenapa? Karena mereka masih kecil. Kecil, muda. Belum pantas untuk semua hal yg ada.
Lalu? Sebagai balasannya mereka, seperti yang aku sebutkan tadi, dapat mendapatkan apa yg mereka inginkan dengan tangisan, rengek.
Hah! Itulah anak kecil.
blahblahblah, yang ini gak jelas.
tapi..., tau lah siapa subjeknya Karel
He get the charisma to capture my eyes.
He have the right eyes to keep my sign on him.
Even, he already catch my heart, so that, although my heart already flies away, it always land to him.
Again, and again, and again
Senin, 27 Juli 2009
joker (from 24 july 2009)
manusia bertopeng senyum
orang bodoh yang membuat orang tertawa dengan kekonyolan dan kebodohonnya
percaya atau tidak, itulah diriku sekarang
dengan lelucon, aku masuk
dengan lelucon, aku berbaur
dengan lelucon, aku pergi, berharap meninggalkan bekas
tawa
aku benar2 suka membuat orang lain tertawa
yah..., dapat dikatakan, itulah cara aku bergaul
dengan kekonyolan aku berbicara
jadi, gw ke ultahnya gaby, di sana, ada yang namanya first cake
tapi, sama seperti joker
aku mempunyai kekurangan
dan aku berharap dengan topeng senyum lebarku aku dapat menyembunyikannya
tidak. Dengan. Baik.
seseorang pasti dapat menemukan wajah asliku
yang buruk dan tercela
sangat gw yakinkan, dia ga bakal milih gw, yah, well, dari awal gw udah ga simpatik sama dia
kadang mereka menjauhiku karena apa yang mereka temukan itu
terkadang merasa kasihan
dan terkadang mereka malah menghibur sang joker
sang joker, badut jahanam yang selalu membuat masalah dari balik topengnya
gw selalu merasa gw ini cuma seorang cadangan dalam pertemanannya, jadi, dari seblum2nya,
tetapi, badut ini mempunyai sebuah pertanyaan
haruskah seorang badut selalu tersenyum?
haruskah seorang badut selalu menghibur?
bahkan, ketika pertunjukannya dihina, tidak diacuhkan oleh orang lain?
gw udah ga terlalu mau dateng ke ultahnya dia, dan, tahukah lo? gw dikasih, tepatnya ditunjuk
Haruskah sang badut tetap tersenyum?
bahkan ketika orang yang tidak memperdulikan pertunjukannya sudah meminta maaf
bahkan berkata bahwa ia adalah badut terhebat di dunia?
sebagai orang yang berhak nerima tuh kue?! Hahahaha, gw tau banget kalo dia itu cuman mau ngebaek2in gw, kliatan! Well, gw emang merasa ga enak, tapi, so what? biar aja lah, toh dia ga bilang teman yang paling deket, tapi paling baek (dan gw rasa baek itu banyak definisinya)
orang bodoh yang membuat orang tertawa dengan kekonyolan dan kebodohonnya
percaya atau tidak, itulah diriku sekarang
dengan lelucon, aku masuk
dengan lelucon, aku berbaur
dengan lelucon, aku pergi, berharap meninggalkan bekas
tawa
aku benar2 suka membuat orang lain tertawa
yah..., dapat dikatakan, itulah cara aku bergaul
dengan kekonyolan aku berbicara
jadi, gw ke ultahnya gaby, di sana, ada yang namanya first cake
tapi, sama seperti joker
aku mempunyai kekurangan
dan aku berharap dengan topeng senyum lebarku aku dapat menyembunyikannya
tidak. Dengan. Baik.
seseorang pasti dapat menemukan wajah asliku
yang buruk dan tercela
sangat gw yakinkan, dia ga bakal milih gw, yah, well, dari awal gw udah ga simpatik sama dia
kadang mereka menjauhiku karena apa yang mereka temukan itu
terkadang merasa kasihan
dan terkadang mereka malah menghibur sang joker
sang joker, badut jahanam yang selalu membuat masalah dari balik topengnya
gw selalu merasa gw ini cuma seorang cadangan dalam pertemanannya, jadi, dari seblum2nya,
tetapi, badut ini mempunyai sebuah pertanyaan
haruskah seorang badut selalu tersenyum?
haruskah seorang badut selalu menghibur?
bahkan, ketika pertunjukannya dihina, tidak diacuhkan oleh orang lain?
gw udah ga terlalu mau dateng ke ultahnya dia, dan, tahukah lo? gw dikasih, tepatnya ditunjuk
Haruskah sang badut tetap tersenyum?
bahkan ketika orang yang tidak memperdulikan pertunjukannya sudah meminta maaf
bahkan berkata bahwa ia adalah badut terhebat di dunia?
sebagai orang yang berhak nerima tuh kue?! Hahahaha, gw tau banget kalo dia itu cuman mau ngebaek2in gw, kliatan! Well, gw emang merasa ga enak, tapi, so what? biar aja lah, toh dia ga bilang teman yang paling deket, tapi paling baek (dan gw rasa baek itu banyak definisinya)
Senin, 13 Juli 2009
Yesterday...
Ini bener2 gw hasilkan Sabtu kemarin. Iseng di HP.
Kenapa gw ngetik hal ini? Well...,
Aku melihat sekelilingku.
Satu lingkaran. Dua lingkaran. Tiga...
Aku mencari-cari. Membolak-balik.
Mencari warna ku.
Tetapi, bagaimana pun juga, aku tidak menemukan warnaku.
Abu-abu.
Tidak merah.
Tidak biru.
Tidak ungu.
Tidak warna-warna ceria itu.
Warnaku warna dingin. Warnaku warna yang tidak disukai jika berdiri sendiri.
Jadi, kapan aku dapat bertemu warnaku?
Dalam pesta ini.
Di mana banyak warnaku, tetapi mereka tidak sesuai denganku?
Ini dihasilin di pestanya Jeje. Waktu itu gw bener2 ga ada temen, tepatnya, kelompok. Jadi, gw, daripada nganggur, ngetik2 ini di hp daripada keliatan bgt sendirinya. Hahaha, what a pity girl!
Yang kedua:
Benci. Aku benci perpisahan.
Pisah. Berputus hubungan.
Tangis. Aku pasti menangis akan sebuah perpisahan.
Mau perpisahanku. Atau perpisahan orang lain.
Mengapa? Bukankah jika berpisah dapat bertemu kembali?
Tidak. Bagiku tidak.
Sebuah pertemuan tidak berarti bagiku jika sudah diselingi sebuah perpisahan.
Oh, well, ini juga gw ketik pas pestanya Jeje. Kenapa? Karena Jeje, btw ini bukan jeje Emily, bakal ke Malay buat belajar. Sebenernya gw ga terlalu deket ma Jeje. Tapi, gw bener2 ga suka yang namanya 'pisah'.
Gw memikirkan kedua hal itu, secara implisit, sama Dea.
Dan, hal itu mungkin karena gw ini sama sama Dea.
Ingin di mana-mana. Gak mau terikat di suatu tempat. Tapi itu justru bikin lo gak ada di mana-mana.
Itu Dea yang ngomong. Dia ngaku dia kayak gitu.
Trus gw langsung respon. "Iy, gw juga kayak gitu!"
Tapi, trus gw mikir lagi. Kayaknya gw bener2 ga suka terikat di suatu tempat (atau 'lingkaran')
Rasanya, jika udah terlalu terikat, terlalu 'hadir' di suatu tempat, gw bakal merasa 'cukup', trus menjauh.
Yeah, kebiasaan buruk gw. Ga bisa ilang. Dan munculnya juga entah kapan.
Kayak merasa risih gitu.
Tapi, kebiasaan ini juga bikin gw kesel.
Gimana nggak? Gw ngerasa gak 'belong' ke suatu tempat. Dan iri dengan temen2 yang bisa 'masuk' segitu dalemnya ke sebuah lingkaran.
Lalu masalah 'pisah'
Inget rasanya sehabis diputusin si Y?
Lega...., bebas....
Apa mungkin itu sebuah penyangkalan?
Supaya gw gak sedih?
Kayak pembuktian kalo gw gak bergantung sama orang lain? (yang buktinya adalah kebalikannya?)
Hahh...., entah, gw juga gak tau.
Bingung sendiri.
Yang pasti, waktu gw nulis yang pertama, gw bener2 ngerasa bego waktu itu.
Gak tau mau ke mana.
Hell. Tau ah, gelap! (kata2 bagus untuk gak peduli sama suatu hal! Gud Jop Ndy!)
Kenapa gw ngetik hal ini? Well...,
Aku melihat sekelilingku.
Satu lingkaran. Dua lingkaran. Tiga...
Aku mencari-cari. Membolak-balik.
Mencari warna ku.
Tetapi, bagaimana pun juga, aku tidak menemukan warnaku.
Abu-abu.
Tidak merah.
Tidak biru.
Tidak ungu.
Tidak warna-warna ceria itu.
Warnaku warna dingin. Warnaku warna yang tidak disukai jika berdiri sendiri.
Jadi, kapan aku dapat bertemu warnaku?
Dalam pesta ini.
Di mana banyak warnaku, tetapi mereka tidak sesuai denganku?
Ini dihasilin di pestanya Jeje. Waktu itu gw bener2 ga ada temen, tepatnya, kelompok. Jadi, gw, daripada nganggur, ngetik2 ini di hp daripada keliatan bgt sendirinya. Hahaha, what a pity girl!
Yang kedua:
Benci. Aku benci perpisahan.
Pisah. Berputus hubungan.
Tangis. Aku pasti menangis akan sebuah perpisahan.
Mau perpisahanku. Atau perpisahan orang lain.
Mengapa? Bukankah jika berpisah dapat bertemu kembali?
Tidak. Bagiku tidak.
Sebuah pertemuan tidak berarti bagiku jika sudah diselingi sebuah perpisahan.
Oh, well, ini juga gw ketik pas pestanya Jeje. Kenapa? Karena Jeje, btw ini bukan jeje Emily, bakal ke Malay buat belajar. Sebenernya gw ga terlalu deket ma Jeje. Tapi, gw bener2 ga suka yang namanya 'pisah'.
Gw memikirkan kedua hal itu, secara implisit, sama Dea.
Dan, hal itu mungkin karena gw ini sama sama Dea.
Ingin di mana-mana. Gak mau terikat di suatu tempat. Tapi itu justru bikin lo gak ada di mana-mana.
Itu Dea yang ngomong. Dia ngaku dia kayak gitu.
Trus gw langsung respon. "Iy, gw juga kayak gitu!"
Tapi, trus gw mikir lagi. Kayaknya gw bener2 ga suka terikat di suatu tempat (atau 'lingkaran')
Rasanya, jika udah terlalu terikat, terlalu 'hadir' di suatu tempat, gw bakal merasa 'cukup', trus menjauh.
Yeah, kebiasaan buruk gw. Ga bisa ilang. Dan munculnya juga entah kapan.
Kayak merasa risih gitu.
Tapi, kebiasaan ini juga bikin gw kesel.
Gimana nggak? Gw ngerasa gak 'belong' ke suatu tempat. Dan iri dengan temen2 yang bisa 'masuk' segitu dalemnya ke sebuah lingkaran.
Lalu masalah 'pisah'
Inget rasanya sehabis diputusin si Y?
Lega...., bebas....
Apa mungkin itu sebuah penyangkalan?
Supaya gw gak sedih?
Kayak pembuktian kalo gw gak bergantung sama orang lain? (yang buktinya adalah kebalikannya?)
Hahh...., entah, gw juga gak tau.
Bingung sendiri.
Yang pasti, waktu gw nulis yang pertama, gw bener2 ngerasa bego waktu itu.
Gak tau mau ke mana.
Hell. Tau ah, gelap! (kata2 bagus untuk gak peduli sama suatu hal! Gud Jop Ndy!)
Langganan:
Komentar (Atom)
pertanyaan pertanyaan
- Mana yang lebih baik: hidup bersenang-senang tapi kau buta dan tidak tahu apa-apa, bahkan tidak peduli akan dunia, atau sangat mengerti akan kehidupan, tetapi karena hal itu kau tidak dapat hidup bersenang-senang?
- Apakah arti hidup, apa tujuan hidup ini?
- Siapa yang salah dalam sebuah kejahatan: pelaku, korban, atau penonton?
- Apakah Tuhan benar-benar ada, di manakah surga?